Hasil Survey Kelas Nutrisi untuk Sekolah Dasar di Amerika Serikat

Oleh Soraya Nabila Arifa

Berdasarkan hasil studi, sudah jelas efek dari diet pada kesehatan anak, kebiasaan makan tidak sehat pada anak di Amerika Serikat cukup mengkhawatirkan karena sebagian tidak bergizi, kurang konsumsi gandum, buah-buahan dan sayur-sayuran.  Kebiasaan makan anak yang bertumbuh akan berpengaruh pada masa depannya, itulah pentingya mereka belajar nutrisi sejak dini. Di Amerika Serikat, negara yang tergolong maju, 75 persen dari taman kanak hingga setara kelas 12 telah menerapkan wajib edukasi nutrisi sejak tahun 2000.

Berbagai strategi dilakukan, diantaranya :

  1. Makanan telah disediakan oleh sekolah sesuai dengan dietary guideline, hal ini sudah diinisiasi AS sejak tahun 1995. Hingga beberapa sekolah memiliki “Tim Nutrisi” khusus untuk penyediaan makanan.
  2. 63% modul nutrisi disisipkan dalam subjek pelajaran lain seperti pendidikan jasmani, ilmu pengetahuan alam. 33% dalam modul yang khusus namun di pelajaran lain juga tetap disisipkan. 4% diberikan dalam modul sendiri. Untitled2.png
  3. Strategi mengajar yang menarik : “Instruction with a behavioral focus, or a focus on changing specific behaviors rather than on learning general facts about nutrition” . Sehingga yang diajarkan lebih kepada merubah kebiasaan daripada hanya sekedar ‘fakta’ atau ‘teori’. Berikut adalah cara pemberian materi yang sering digunakan, disesuaikan dengan usia sekolah :Untitled3.png
  4. Orangtua diharapkan terlibat dalam edukasi, dengan beberapa cara yaitu : Mengirimkan materi ke rumah, mengundang orang tua untuk menghadiri kelas nutrisi atau memberikan modul untuk yang berprofesi sebagai nutritionist, memberi pekerjaan rumah anak yang perlu bantuan orangtua, mengundang dalam event sekolah seperti ‘School Lunch Weeks’
  5. Pembuatan modul

Menurut saya sisipan modul nutrisi seperti ini seharusnya bisa dicontoh di sekolah terutama sekolah dasar. Namun yang paling menarik adalah adanya kantin untuk makan siang yang sudah termasuk dalam biaya sekolah, dibandingkan dengan anak-anak Indonesia sangat tinggi konsumsi jajanan tidak sehat, dan masih sangat jarang menyediakan kantin yang berisi makanan sehat dan bersih. Cara sekolah di Amerika Serikat dalam melibatkan orangtua juga sangat menarik seperti mengirimkan materi ke rumah, dengan harapan dirumah mereka tetap terpenuhi gizinya dengan makanan yang sehat.

Referensi :

https://nces.ed.gov/pubs2000/2000040.pdf

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s