Circle Of Life: prevensi HIV dengan kearifan lokal Alaska

Oleh Mahanani Satiti

unnamed

Circle of Life merupakan program kurikulum berbasis budaya yang ditujukan untuk masyarakat American Indian atau Alaska Native

Circle of life, atau lingkaran kehidupan merupakan salah satu kepercayaan yang diyakini oleh suku Indian. Mereka percaya bahwa untuk menjadi sehat diperlukan keseimbangan antara keadaan fisik, mental, spiritual dan emosional. Jika circle of life seimbang, niscaya kemampuan kognitif pun akan menjadi lebih baik sehingga diharapkan para pemuda dalam kurikulum ini mampu terhindar dari pergaulan bebas.

screenshot_2017-01-09-23-50-47-01

Kurikulum Circle of life dibagi menjadi 2 program

1. “Circle of Life: HIV/AIDS Curriculum for K-6” pendidikan untuk anak taman kanak-kanak hingga kelas 6 sekolah dasar

2. “Circle of Life: HIV/AIDS
and STD Prevention Curriculum for Middle School.” pendidikan untuk anak sekolah menengah

Contoh kurikulum Circle of Life

screenshot_2017-01-09-23-51-10-01

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, sehingga bukan tidak mungkin metode seperti ini dapat dicontoh menggunakan kearifan lokal kita sendiri. Namun program ini mungkin akan terkendala dengan banyaknya suku yang ada di Indonesia.

Referensi

Kaufman, C. E., Mitchell, C. M., Beals, J., Desserich, J. A., Wheeler, C., Keane, E. M., … & Sedey, C. (2010). Circle of life: Rationale, design, and baseline results of an HIV prevention intervention among young American Indian adolescents of the Northern Plains. Prevention Science, 11(1), 101-112.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s