VNSNY’s Children’s Mobile Crisis Team (CMCT) : pelayanan cepat terhadap krisis mental untuk anak-anak, remaja dan keluarga mereka

maxresdefault

Oleh : Maria Alethea Septianastiti

Children’s Mobile Crisis Team (CMCT) merupakan program pelayanan cepat terhadap krisis mental oleh Visiting Nurse Service of New York (VNSNY) yang  ditujukan untuk anak dan remaja yang berusia 0-18 tahun yang bertempat tiggal atau bersekolah di daerah Bronx, Brooklyn, dan Queens.

Pelayanan CMCT tersedia selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bila ditemukan gejala krisis mental pada anak selama minimal 5 hari, atau anak membolos selama 5 hari, keluarga atau pihak sekolah dapat menghubungi tim melalui telepon. Kemudian dalam 2 jam, tim yang terdiri dari staf berlisensi di bidang counseling and family advocates akan mengunjugi rumah untuk melakukan penilaian krisis, stabilisasi krisis, de-eskalasi krisis, penilaian psikososial, perencanaan pencegahan, dan melatih anggota keluarga untuk menangani dan mencegah situasi krisis yang serupa.

Menurut saya program ini baik karena seringkali masyarakat tidak mampu menghadapi krisis mental yang terjadi dalam keluarga dan tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan bantuan. Dengan program ini masyarakat akan sangat terbantu dalam mendapatkan pelayanan terhadap krisis mental.

Referensi :

http://schools.nyc.gov/NR/rdonlyres/0A10068E-7ED7-4F11-91D2-7934B321CA0B/0/CMCT.pdf

Advertisements

STOP Suicide : sebuah kampanye untuk mengurangi angka bunuh diri

mind-stop-suicide-campaign-logo-main

Oleh: Maria Alethea Septianastiti

Stop suicide merupakan kampanye untuk mencegah bunuh diri di Peterborough, Cambridgeshire, Inggris. Kampanye ini didukung oleh Public Health England.

Kegiatan stop suicide antara lain menaikkan kesadaran umum tentang bunuh diri, pelatihan khusus bagi para sukarelawan, dan kampanye publik untuk mendorong masyarakat mendaftar STOP suicide pledge.

Pelatihan khusus yang dimaksud adalah Applied Suicide Intervention Skills Training (ASIST), yaitu pelatihan komprehensif selama 2 hari yang bertujuan agar peserta menjadi lebih mau, siap, dan mampu untuk membantu orang-orang yang berisiko melakukan bunuh diri. Pelatihan ini dikembangkan oleh LivingWorks di Canada dan sudah diadaptasi secara luas di dunia.

STOP suicide pledge yang terbagi menjadi organisational pledge dan individual pledge, merupakan komitmen untuk diri sendiri dan anggota dari komunitas untuk bicara lebih terbuka mengenai bunuh dir dan membantu mereka yang sedang tertekan dengan menjadi pendengar yang baik serta berhenti menghakimi.

pledge

Referensi

http://www.stopsuicidepledge.org/

 

The SMILES program untuk anak-anak dari orang tua atau saudara dengan gangguan mental

smiles

Oleh : Maria Alethea Septianastiti

Program Simplifying Mental Illness + Life Enhancement Skills (SMILES) didesain untuk sekelompok anak berusia 8-12 tahun atau 13-16 tahun yang memiliki ibu, ayah, kakak atau adik yang mngalami gangguan mental ( khususnya schizophrenia, gangguan bipolar, depresi atau gangguan cemas) . Program ini dikembangkan oleh Erica Pitman dan sudah dilaksanakan di Canada dan Australia. Tujuan dari program ini antara lain meningkatkan kemampuan mengatasi masalah, mengembangkan kreatifitas, kebebasan berekspresi, mengurangi perasaan terkucil, meningkatkan penghargaan untuk diri sendiri, dan lain-lain. Tujuan ini dicapai dengan berbagai macam kegiatan seperti edukasi mengenai gangguan mental, seni dan musik, dukungan teman sebaya, latihan interaksi dan komunikasi, latihan relaksasi, serta aktifitas memecahkan masalah.

Program ini dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari pukul 09.00-15.00 pada saat liburan sekolah. Untuk pelaksanaan dibutuhkan 8-10 anak berusia antara 8-12 tahun atau 13-16 tahun. Pada setiap program, Erica Pitman berlaku sebagai fasilitator dengan dibantu beberapa kofasilitator yang sudah mengikuti program train-the-trainer sebelumnya. Pelaksanaan program bekerja sama dengan dinas kesehatan lokal dan LSM terkait. Anak didaftarkan untuk mengikuti program oleh caseworker orangtua mereka.

Evaluasi pre dan postprogram menunjukkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya dan dinilai sebagai format yang efektif. Program ini dapat diterapkan di manapun. Petunjuk pelaksanaan program dapat diunduh di link berikut http://www.copmi.net.au/smiles-program#downloads

REFERENSI

http://www.copmi.net.au/smiles-program

Pitman, E., & Matthey, S. (2004). The SMILES program: a group program for children with mentally ill parents or siblings. American Journal of Orthopsychiatry74(3), 383.

Save

CHAMPS (Children and Mentally ill parents)

Oleh : Maria Alethea Septianastiti

kindergarten1

CHAMPS (Children and Mentally ill parents)  merupakan program kesehatan di Melbourne, Australia yang memanfaatkan dukungan teman sebaya untuk anak berusia 8-12 tahun dari orangtua yang mengalami gangguan mental. Tujuan dari program ini adalah memberikan informasi sesuai usia anak terkait gangguan mental. Mereka bisa bertemu anak-anak lain  dalam situasi yang sama untuk belajar tentang health
y coping strategy.
Berikut ini merupakan program CHAMPS :

  • CHAMPS After School Program

Merupakan program 8 minggu terstruktur untuk anak-anak berusia 8-12 tahun yang diadakan sepulang sekolah di berbagai tempat di wilayah metropolitan timur. Kegiatan ini berlangsung selama 1,5 jam setiap harinya. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan informasi sesuai usia dan dukungan melalui lembar kerja dan kegiatan.

  • Martial Arts as Therapy Program

Merupakan program 8 minggu yang menggabungkan dasar-dasar manajemen perilaku dengan prinsip-prinsip seni bela diri.

  • Kids Club

Sebuah program peer support bulanan untuk FaPMI (families where a parent has a mental illness)  yang sebelumnya telah terlibat dalam program CHAMPS. Program ini lebih menekankan pada rekreasi.

Program CHAMPS berhasil meningkatkan penghargaan anak untuk diri sendiri, problem-focused coping, dan hubungan dengan keluarga. Namun karena keterbatasan data, hasil jangka panjang dari program ini masih tidak jelas.Program ini diadakan secara cuma-cuma. Menurut saya program ini baik dan dapat dilakukan di manapun, termasuk Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana menemukan dan mengumpulkan anak-anak dari orang tua dengan gangguan mental dan memastikan peserta terus mengikuti program selama 8 minggu.

REFERENSI

https://www.easternhealth.org.au/services/item/183-children-families-better-understand-mental-illness-champs

Reupert, A. E., Cuff, R., Drost, L., Foster, K., van Doesum, K. T., & van Santvoort, F. (2012). Intervention programs for children whose parents have a mental illness: a review. Medical Journal of Australia196(7), 18.

Save