Telemedicine: A new way for caring elderly in America And Swedia. Indonesia?

Oleh Putri Ayudhia

Telemedicine merupakan komunikasi dokter-pasien dari jarak jauh. Di indonesia, bentuk telemedicine yang sudah diterapkan seperti konsultasi via wa/line, sms, atau telepon. Metode ini mulai digunakan untuk para lansia di Amerika. Negara lain yang juga mengembangkan metode ini adalah Swedia. Telemedicine memungkinkan untuk pemeriksaan dan konsultasi menjadi lebih mudah. Para lansia tidak perlu mengantri lama atau bepergian jauh ke rumah sakit. Lansia cukup duduk didepan komputer atau laptop untuk berkonsultasi dengan dokter, perawat atau tenaga medis lainnya dengan menghubungkan ke jaringan internet. Metode ini sudah dapat dipakai disana karena konsumsi internet di negara tersebut sudah tinggi selain karena ekonomi negara yang baik. Jika dibandingkan dengan di negara kita, masih banyak masyarakat yang gagap teknologi. Ini secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh tingkat ekonomi dan pendidikan negara kita yang masih lemah.

Artikel lainnya dapat dibaca lebih lanjut pada;

https://www.longtermcarelink.net/eldercare/medical_care_issues.htm

http://kebijakankesehatanindonesia.net/images/2013/Open_lecture_RC_and_checkup_-_Asa.pdf

 

 

 

 

 

 

 

Kartu Menuju Sehat Lansia

Oleh Putri Ayudhia

Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi lansia sama halnya seperti kartu yang untuk ibu hamil. Kegunaannya yaitu untuk memantau kondisi dan melacak apakah ada penyakit tertentu, apakah penyakitnya memburuk, apakah ada perbaikan, dsb. Kartu ini bisa menjadi informasi buat pasien, keluarga pasien, maupun tenaga medis. Keluarga akan tahu kapan pasien harus segera dirujuk ke tenaga medis, dokter tahu planning treatment selanjutnya setiap pasien berkunjung untuk pemeriksaan.  Sayangnya, metode ini belum berjalan dengan baik dan merata. Kita membutuhkan metode yang lebih mudah dan canggih.

pada artikel selanjutnya, saya akan membahas mengenai portable medical record for elderly.

Form KMS Lansia dapat dilihat pada website berikut;

http://fk.uns.ac.id/static/filebagian/82397254-contoh-kms-lansia.pdf

Posyandu Lansia

Oleh Putri Ayudhia

Sedikit ingin bercerita ketika saya sedang menjalani KKN di suatu desa di Kabupaten Gunung Kidul. Saat kami berkunjung ke puskesmas, kami menemukan program menarik untuk lansia yang sedang dijalankan oleh puskesmas tersebut. Program tersebut secamacam klinik lansia. Petugas kesehatan datang ke desa tersebut dan membuka pemeriksaan. Hanya saja kendalanya adalah rumah para lansia yang tersebar dan jauh dari puskesmas dan kurangnya tenaga kesehatan, maka kegiatan baru dilakukan pada satu desa

Saya menemukan artikel mengenai posyandu lansia. Mungkin masih ada yang belum mengetahui apa sebenarnya posyandu lansia. Posyandu lansia sendiri merupakan kegiatan yang secara teknis dilakukan oleh masyarakat untuk masyarakat dibawah supervisi tenaga kesehatan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan;

  1. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua) menit.
  2. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan kemudian dicatat pada grafik Indeks Masa Tubuh (IMT).
  3. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
  4. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
  5. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
  6. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
  7. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada butir 1 sampai 7
  8. Penyuluhan kesehatan

Semua hasil pemeriksaan nantinya akan dicatat ke dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Pada tulisan selanjutnya saya akan membahas mengenai kartu KMS ini.

 

Artikel lebih lanjut dapat dibaca

http://www.indonesian-publichealth.com/seputar-posyandu-lansia/

Maintsreaming AYUSH in India

Oleh Putri Ayudhia

Pemerintah India membentuk suatu program bagi lansia untuk daerah terpencil yang disebut dengan National Program for The Health Care for The Elderly (NPHCE). Salah satu program menarik dari NHPCE ini adalah mainstreaming AYUSH (Ayurveda, Yoga & Naturopathy, Unani, Sidha, Homeopathy) bekerja sama antara Departemen Kesehatan dan Departemen Sosial. AYUSH ini sendiri merupakan praktik medis yang bersifat tradisional. Mengingat di India masih kuat dengan kebudayaan ini, pemerintah India menggunakan ini sebagai opportunity yang baik untuk menyelesaikan masalah kesehatan pada lansia. AYUSH ini kemudian dilakukan modifikasi agar sesuai dengan ilmu kedokteran yang ada. AYUSH professionals dilatih lebih lanjut tentang materi kedokteran dan ayush ini, dibuat fasilitasnya, sistem rujukan ke dokter, dsb. Menurut saya, program ini sangat bagus. Pertama, pemerintah mengajak partisipasi petugas non medis untuk bekerja secara komprehensif dan seirama dengan petugas medis. Kedua, melalui metode ini, meningkatkan kepatuhan masyarakat lansia untuk berobat.

artikel dapat dibaca pada

Shrivastava SR, Shrivastava PS, Ramasamy J. Mainstreaming of Ayurveda, Yoga, Naturopathy, Unani, Siddha, and Homeopathy with the health care delivery system in India. Journal of Traditional and Complementary Medicine. 2015;5(2):116-118. doi:10.1016/j.jtcme.2014.11.002.

Verma R, Khanna P. National Program of Health-Care for the Elderly in India: A Hope for Healthy Ageing. International Journal of Preventive Medicine. 2013;4(10):1103-1107.

 

Sneak peek on geriatric clinic in State

Oleh Putri Ayudhia

image

Program PACE ini adalah program dari pemerintah US bagi yang memenuhi kriteria lansia yang sudah ditetapkan. Setiap lansia bisa mendaftar dan metode pembayarannya berupa sistem kapitasi atau para lansia cukup membayar asuransi medicaid, yang nantinya tagihan pelayanan akan diambil dari medicaid ini. Program ini mempermudah lansia untuk melakukan pemeriksaan rutin. Bahkan mereka disediakan transportasi bus untuk menuju ke kliniknya. Dokter yang menangani juga dari berbagai spesialisasi.

Program ini sangat bagus dan seharusnya dapat diterapkan di negara kita. Negara kita juga memiliki sistem asuransi yang sama dengan Amerika dan bisa dimanfaatkan untuk program ini. Beberapa kendala yang bisa terjadi yaitu kurangnya kesadaran para lansia kita tentang kesehatan dan tidak patuhnya masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam BPJS. Kebudayaan masyarakat kita terbiasa untuk menyepelekan penyakit dan baru akan membuat asuransi ketika sakit, karena karakter promosi dan prevensi belum tertanam kuat.

video dapat di cek pada link berikut

Klinik lansia

oleh Putri Ayudhia

Klinik lansia menjadi pertimbangan bagi kemenkes. Adapun klinik lansia ini bertujuan untuk mempermudah akses kesehatan bagi para lansia. Lansia memiliki multi disease, sehingga membutuhkan beberapa ahli untuk menangani satu orang. Mari kita ambil contoh sebagai berikut; Mr. X sejak 2015 lalu dikatakan dokter memiliki penyakit jantung vaskular dan retinopati, kemungkinan komplikasi dari diabetes yang diidapnya sejak tahun 2002. Mr. X harus melakukan check up tiap bulannya di dokter spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, dan mata. Sehari tidak akan cukup karena setiap bagian antriannya lama, belum lagi harus pindah tempat yang bagi seorang lansia akan sangat repot dan melelahkan. Klinik lnasia ini mempermudah pasien lansia untuk melakukan pemeriksaan hanya di satu tempat tetapi mencakup semua bagian yang ingin diperiksakan. Saat ini, klinik lansia baru ada 8 RS umum diantaranya RSUP Dr. Sardjito dan RSCM.

artikel lebih lanjut dapat dibaca pada

https://health.detik.com/read/2012/11/21/120233/2096837/763/klinik-lansia-baru-ada-di-8-rs-umum-sisanya-di-rs-jiwa

Lansia Sehat, Lansia Aktif dan Produktif

oleh Putri Ayudhia

Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Data United Nations tahun 2012 menunjukkan bahwa jumlah lansia akan semakin terus meningkat. peningkatan populasi dapat menimbulkan permasalahan terkait aspek medis, psikologis, ekonomi, dan sosial sehingga diperlukan peningkatan pelayanan kesehatan bagi lansia. Kementrian Kesehatan Indonesia baru saja meluncurkan program Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan lansia tahun 2016-2019. Program ini dilaksanakan sejak 1 Juni 2016 lalu dengan Kabupaten Bogor sebagai pilot project. Program yang dikembangkan oleh kemenkes ini antara lain

  • Puskesmas menyelenggarakan pelayanan santun, yaitu melalui pelayanan yang baik dan berkualitas
  • Poliklinik geriatri terpadu di rumah sakit
  • Posyandu lansia
  • Pemberdayaan lansia
  • Home care dan long term care
  • Penyuluhan dan penyebaran informasi kesehatan lansia
  • Peningkatan kemitraan dengan LS, profesi, LSM dan lembaga pendidikan dan penelitian

Saat ini kemenkes sedang gencar meningkatkan pemberdayaan lansia. Salah satunya dengan adanya fasilitas posbindu di puskesmas. Lansia diajak untuk rutin periksa kesehatan, hidup sehat tanpa rokok, makan makanan bergizi, hingga senam lansia secara teratur. Hanya saja pelaksanaannya masih belum optimal. Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum terbentuknya budaya pentingnya kesehatan di masyarakat kita, selain geografis negara kita yang sulit bagi lansia untuk mobilisasi.

dapat dibaca selengkapnya pada artikel dibawah ini