engaged mothers in 2-week nutrition sessions using the principles of ‘learning by doing’ around child feeding

Overview 1 Hearth

  • Dilakukan  program community-based participatory nutrition promotion (CPNP) yang diadaptasi dari Positive Deviance/Hearth approach ( pd-h, pd-h2 ) di pedesaan Ethiopia.
  • Pelatihan dilakukan kepada ibu-ibu selama 2 minggu menggunakan prinsip “learning by doing” berkisar terhadap pemberian makan anak.
  • Partisipan adalah anak usia 6-12 bulan yang diukur antropometrinya setiap 3 bulan selama 1 tahun.
  • Penelitian dilakukan dengan memasukkan program CPNP ke dalam program nutrisi pemerintah dan membandingkan antara program pemerintah + CPNP dengan program pemerintah saja.
  • Hasil yang didapat adalah anak yang mendapat program pemerintah + CPNP memiliki prevalensi stunting dan underweight yang lebih rendah dibandingkan dengan anak dengan program pemerintah saja.
Kang, Y., Kim, S., Sinamo, S., & Christian, P. (2017). Effectiveness of a community‐based nutrition programme to improve child growth in rural Ethiopia: a cluster randomized trial. Maternal & Child Nutrition, 13(1).

 

Advertisements

Peningkatan Nutrisi di Masyarakat dengan Melatih Para Kader Kesehatan secara Berkala

https://kph2017.files.wordpress.com/2017/01/18c9c-tumpeng-gizi-seimbang-2014.png?w=620

Sebuah intervensi partisipatif berbasis komunitas dilakukan di southern KwaZulu-Natal, menggunakan 18 kader kesehatan setempat. Awalnya dilakukan baseline survey oleh kader kesehatan dengan masing-masing kader mengunjungi 5 rumah untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi. Kemudian dilakukan program pelatihan monthly nutrition workshops. Setelah para kader menerima pelatihan tersebut, kader lalu menyebarkan informasi yang didapat kepada warga setempat dengan mengunjungi rumah-rumah dan mengadakan pertemuan komunitas. Setelah 6 bulan, dilakukan kuesioner kedua oleh kader kesehatan kepada warga setempat untuk mengevaluasi persepsi terhadap intervensi yang diberikan.

Taylor, M., & Jinabhai, C. (2001). Working with community health workers to improve nutrition in rural KwaZulu-Natal. Development Southern Africa, 18(2), 125-140.

 

Home Study Approach to Delivering Nutrition Education in Rural Low-Income Families

oleh Risky Dwi Andani
https://i0.wp.com/www.shipout.org/wp-content/uploads/pic.jpg
Tempat : 2 daerah pedesaan di California
Partisipan : Keluarga berpendapatan rendah (201 partisipan)
Cara : diadakan 6 kali pertemuan untuk mempelajari dasar-dasar nutrisi dan dievaluasi dengan cara 24-hour food recall
Hasil : meningkatnya pengetahuan tentang nutrisi dan perubahan perilaku makan. Selain itu, penurunan biaya makan tanpa mengurangi intake nutrisi.
Biaya program : $64.00 per partisipan
Lamp, C., George, J., Wright, J., & Joy, A. B. (1999). Use of home study to improve nutrition knowledge in two rural counties of California. Journal of Nutrition Education, 31(2), 94-98.

Meningkatkan Gizi dan Kesehatan dengan Agrikultur

 

ghi2014_ch04_large2.jpg

Oleh : Risky Dwi Andani

Kelaparan dan malnutrisi terutama terjadi di daerah terpencil dan miskin yang hidupnya bergantung pada pertanian kecil. Program untuk menanggulanginya, salah satunya seperti yang diterapkan di Zambia, yaitu RAIN (Realigning Agriculture to Improve Nutrition). Kegiatannya meliputi pemilihan bibit tanaman berdasarkan nilai nutrisinya hingga cara memanen dan menyimpan hasil panen. Selain itu juga diajarkan manfaat berbagai tanaman hingga nutrisi yang tepat sesuai umur serta cara pemberian makanan.

Agrikultur selain dapat mengentaskan kelaparan dan malnutrisi juga dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan status kesehatan warganya.

https://www.ifpri.org/sites/default/files/ghi/2014/feature_1819.html

https://www.weforum.org/agenda/2015/04/how-agriculture-can-improve-health-and-nutrition/