Pemerintah Kanada Melibatkan ‘Local Leader’ untuk Meningkatkan Capaian Imunisasi di Komunitas Under-Immunized

12.1.1. Recommendation #1: Target outreach and mobile clinics to areas with low coverage

Community outreach is a proactive method of reaching under-immunized communities and improving health equity. Immediate efforts should introduce mobile outreach clinics to communities with the lowest access to immunization services and clinics and known under-immunization. By developing effective relationships with local leaders, outreach clinics can also create new lines of influence and vaccine demand among communities. Provincial assessment of required capital should begin immediately, with procurement of buses or vans and distribution of personnel following in the short term.

Menurut saya, strategi melibatkan pimpinan komunitas lokal untuk meningkatkan capaian imunisasi dapat diaplikasikan di Indonesia dengan pertimbangan:
1) model kepemimpinan ‘Pak RT-Pak RW’ efektif untuk menggerakkan masyarakat pedesaan

2) masih banyak daerah pedesaan/pegunungan dengan angka capaian imunisasi rendah

3) perlu dibangun sistem pelaporan kelahiran anak dan sistem monitoring imunisasi dari puskesmas yang menjangkau hingga ke tingkat RT-RW. Pendataan oleh RT-RW justru bisa lebih aktual karena mendata secara de facto; mengingat di daerah pedesaan banyak kelahiran di luar fasilitas kesehatan terdaftar.

Referensi:

Compton, JE 2015, Canada’s Best Shot: Policies to Improve
Childhood Immunization Coverage, Canada: Simon Friser University.

The Melbourne inFANT Program : A parent focused child obesity prevention intervention

140300141_wide

Oleh : Saraswati Anindhita

The Melbourne InFANT Program is a cluster-randomized controlled trial which involved 542 mothers over their newborn’s first 18 months of life. The intervention focused on parenting skills and strategies, including parental modeling, and aimed to promote development of healthy child and parent behaviors from birth, including healthy diet, increased physical activity and reduced TV viewing time.

This dietician-delivered intervention comprised six 2-hour sessions delivered quarterly during the regular meeting time of the first-time parents’ group. Based on the theory of anticipatory guidance, the intervention incorporated a range of modes of delivery and educational strategies including brief didactic sessions, use of group discussion and peer support, exploration of perceived barriers and facilitators, use of visual and written messages, and mail-outs. Intervention materials incorporated six purpose designed key messages within a DVD and written handouts: “Eat together, play together”, “Colour every meal with fruit and veg”, “Parents provide, kids decide”, “Tap on water”, “Snack on fruit and veg”, “Off and running”.

Menurut saya program ini sangat baik karena targetnya adalah first time parents yang belum banyak mengetahui tentang bagaimana menanamkan pola hidup sehat untuk dirinya sendiri dan anaknya. Fokus program ini adalah parenting skill until mempromosikan positive lifestyle behaviour sehingga selain mencegah obesitas yang terjadi pada anaknya misalnya dengan pola menyusui yang baik tetapi dapat pula meningkatkan mother’s dietary pattern

Reference :

Lioret, S., Campbell, K. J., Crawford, D., Spence, A. C., Hesketh, K., & McNaughton, S. A. (2012). A parent focused child obesity prevention intervention improves some mother obesity risk behaviors: the Melbourne inFANT program. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 9(1), 1.

Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) merupakan program baru yang diinisiasi pada masa kepemimpinan Ahok-Djarot.

Oleh Lydia Angelia Yanita

Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) merupakan program baru yang diinisiasi pada masa kepemimpinan Ahok-Djarot. Tim KPLDH yang terdiri dari 5 tenaga kesehatan seperti dokter, perawat dan bidan, ditempatkan di setiap puskesmas di DKI Jakarta. Tugas utama tim KPLDH adalah mengunjungi rumah warga untuk mendapatkan data kesehatan masyarakat sehingga dapat dilakukan upaya promotif, preventif dan kuratif pada saat itu juga. Metode pendataan dilakukan dengan menggunakan tablet, sehingga data yang diinput akan langsung terekam di dalam arsip Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

AHOK-DJAROT TELAH:

  • Membentuk tim KPLDH yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan di setiap Puskesmas.

  • Melakukan pelayanan KPLDH pada 60.000 warga DKI Jakarta. 

  • Mengembangkan aplikasi digital untuk pendataan kesehatan masyarakat. 

  • Mengintegrasikan laporan kesehatan dengan aplikasi Qlue. 

AHOK-DJAROT AKAN:

  • Menyediakan satu orang dokter untuk setiap 5.000 warga DKI Jakarta. Dokter yang akan disediakan untuk warga melalui program KPLDH akan bersifat seperti dokter pribadi, sehingga kesehatan warga dapat terus terpantau oleh tim ahli. Ahok-Djarot akan mengupayakan tersedianya satu orang dokter, satu orang perawat dan satu orang bidan untuk melayani 5.000 warga di rumah masing-masing.

Referensi :

https://ahokdjarot.id/program/kesehatan/program-pencegahan-dan-preventif-kesehatan